Memaparkan catatan dengan label Dia. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label Dia. Papar semua catatan

aku

Rabu, 11 Oktober 2017

bila aku menjadi aku
kamu masih lagi menjadi kamu
dan aku masih cinta
dengan seluruh jiwa

tak pernah terhenti
tak pernah terganti
tak pernah mati
namamu
abadi

berapa abad
berapa kurun
tak terpadam kisah
sayangnya
ia masih kamu
hanya kamu
tetap kamu

tapi aku
bukan lagi aku
dunia ini
bukan lagi dunia kita
lalu aku seperti panah yang tiada sasar
terbang tanpa tempat singgah
bernyawa tanpa nafas
menghitung segala benar....
....yang tersanggah

.
.
.
.

bila aku menjadi aku................

(11/10/17 1:54 am)

 

kita

dari langit sejuta
luruh cinta kita
seisi usia
usai rentetan hidup
zaman ke zaman
jadi hikayat
 
pada alam yang berbisik
terukir bicara rindu
aku ratib baitnya
akrab ke jantung
dan bersatu nyawa
sebati
penuh ke nadi
seluruh sanubari
 
saat lahir luhur
maka berakhirlah aku
menjadi kita
sempurna
ke akli syuga
termaktub cerita
satu dan abadi
 
cinta kita
dari luar dunia
rindu sebelum bermulanya realiti
rindu sehingga berakhirnya hakiki
seribu hidup
seribu mati
 
sayang fikrah itu
cintaku hanya kubur
di dunia yang tak pernah berhenti beredar
tiada cintamu
maka hati yang diam
hanya tinggal memuja
dalam alam cereka

luka yang tiada rupa
dan damba yang tiada nyata
aku campak tangis
ke tengah ombak
lalu esaknya beralun
di dasar badai
....

(11/10/17 12:50pm)
 

epika

Jumaat, 16 Jun 2017

malam yang menjemput laut..
seakan waktu tak pernah berlalu
dan deru ombak yang memenuhi alam
sayu menusuk
....dalam

terdengar bisikan 
bersama runtun angin
menyucuk ke jiwa  
mengheret aku berkelana
menyusur suara
menjejak jalan yang sama
sepertinya masa terhenti
abadi....

 ku pejamkan mata....
mendengar nyanyian
berkumandang gemersik
membelai hati
menikam
mencengkam
dan kenangan lahir
di setiap liang dan zarah
di setiap ruang
di setiap nafas
di setiap rasa....

....aku hilang.... 

(16/06/2017 1:30am)


sebuah lenyap

Khamis, 16 Jun 2016

dalam ketiadaan
hanya kosong yang mendakap
....di hujung-hujung malam
sarat dingin
....sepi
duduk dalam kehilangan
menghitung memori
serpihan yang terbang ke keghaiban
lesap di udara
dan lenyap
hanya lenyap
.
.
.
(16/06/16 4:30 am)
nota : gambar bukan milik penulis

"sesuatu yang paling kita mahu, itulah yang kita takkan dapat"

Ahad, 28 Disember 2014

 
 mengimbas wajah silammu hanya dari memori
tanpa potret
tanpa lakaran
dan mengulang dengar suaramu yang lalu
hanya dari kenangan
dari cebis-cebis ingatan
yang terbenam
jauh di dasar hati
  
lantas di dinihari ini aku ulangi
melewati perjalanan kita
memejam mata
dan waktu lalu kembali
sekali lagi
aku menjadi aku
dan kamu menjadi kamu
yang dulu
saat hidup hanyalah tentang kemahuan hati
pada detik yang kita curi dan kunci
membilang bintang
mengumpul mimpi
buat membuai angan....
dalam pekat malam
 
....kita terbang
tinggi dan tinggi
menjadi rama-rama yang membelah awan
aku dan citaku
kamu dan cintamu
kita tulis kisah kita
semanis gula
dan di antara sejuta babak
ada aku
ada kamu
ada kita
dan senyum tawa yang terindah
 
aku simpan....
rintik hujan renyai
mentari yang membahang
jua angin yang bertiup 
musim demi musim
cinta seluas dunia yang kau persembah
dan aku sekadar membalas dengan beberapa helai mukasurat
dari buku hidup
untuk catat kenangan
namun sesuatu yang perlu kau tahu
kenangan itu aku pahat dalam-dalam
menjadi hikayat keramat
dan aku tanam
seperti katamu tika itu,
"di lubuk hati terbenam"
 
dan waktu berlalu
dunia berputar
malam berganti siang
mimpi dihambat kenyataan
dan di situ ketika itu
cuma kita yang baru
dibatasi hidup dan hakikat
lalu kita leraikan sejarah
merelakan segalanya pergi
cinta yang tak bersatu di suatu masa
kekal menjadi impian terpendam
hanya untuk diangan
dan kita iyakan bersama
seperti katamu tika itu,
"kita sempurna bersama, tapi kita tak ditakdirkan untuk bersama"
....aku lepaskan....
 
 
........................

aku bukakan kembali mata
pulang ke realiti
maka sungguh sesungguh-sungguhnya 
kamu hanyalah memori
dan memori semata-mata........

........................

(28/12/2014 6:00 am)



nota : gambar bukan milik penulis
 

amnesia

Isnin, 17 November 2014

bila rasa itu menusuk
entah dari mana
entah kerana apa
aku sesat
hilang
hanyut 
sesuatu yang terlupakan
sesuatu yang terpadam
-gelap-

(17/11/14 12:48 am)

nota : gambar bukan milik penulis

Cerita kita

Sabtu, 28 September 2013

di satu sudut dalam hidup
kita pernah bertemu
lalu kita bercerita tentang janji-janji
tentang harapan
tentang esok
yang tiada pasti

di satu sudut dalam hidup
takdir mengatasi segala-galanya
lalu kita kecundang
bersama janji
bersama harapan
hilang dalam semalam
menjadi cerita silam

(28/09/13 6:06 pm)
            

Sia

Rabu, 14 November 2012

seperti,
mencari ada
pada tiada

(14/11/12 12:08 am)
  

Esok Yang tiba

Isnin, 10 Oktober 2011

di antara garis-garis langit yang menulis sepi
ada nadi-nadi rin
du
yang bernafas lesu
membawa roh-roh ingatan
berawakan
bersama cebis memori
dari serpih
an kehidupan

kita berdiri di pusara waktu
melihat bayang-bayang sejarah
jasadnya yang termakam kaku
diam berkubur
mimpi-mimpi yang be
rterbangan dari genggaman
melintas di hujung mata
mencatat makna syahdu
tanpa ada terje
mahannya

hujung mimpi kita
setelah bangkitnya mentari pagi
memandang realiti yang mengusir bintang malam
khayalan indah kita
dan di awan yang berwarna emas
tempat kita lukiskan segala angan
kini hanya kanvas kosong
menjadi kepunyaan esok
bukan lagi milik semalam

samar-samar berarak
menghilang ke dalam silam
lalu membentuk satu lagi
replika
di dalam koleksi
monomen kenangan mati

(10/10/11 10:14 pm)


nota : gambar bukan milik penulis

Nisan

Rabu, 18 Mei 2011

melukis sepi di langit
ke dalam hati
sambil memejam rindu
yang hilang....
....dipadam dingin
suara yang meronta-ronta....
merayu-rayu
....menutup telinga
membiar

dalam kesia-siaan
jalan kanan dan kiri
yang bertulis mati
menengadah ke atas
merunduk ke bawah
cerita yang sama
kelam

mengerlip mata
....sejuta diam....
menghitung benar
dan yang tercengkam
rasa di luar rasa
tiada tafsiran

mahu ke mana...?

mengamati terowong
mencari hujung
....namun hanya gelap
yang tak berpenghujung....
menoleh ke belakang
mencari pangkal
....namun hanya gelap
yang tak berpangkal

gugur tangis
tanpa tangisan....
gugur rintih....
tanpa rintihan
memerhati hidup yang lalu
berselisih bahu
....pergi bersama angin....
remajaku yang memudar....
naifku yang memijar....

hanya sia
genggam yang kabur
lerai yang kabur
lalu cuma membatu
menjadi nisan cinta
di pusara kenangan

(18/05/11 10:18 pm)

nota : gambar bukan milik penulis

Bicara Bisu

seperti roh sesat
yang berlegar di awang
aku melilau
melintasi pintu yang dingin
lalu diam di kejauhan
memerhati

.
.
.
.
.
.
.
.

dan bisu
masih lagi bisu
bicara yang terbenam
sentuhan yang tercantas
dan perlahan-lahan
mendongak ke langit
meneguk gelap

(18/05/11 9:34 pm)

~Dia

Selasa, 17 Mei 2011

sepanjang laluan ini
pantas aku berlari
mengejarimu
agar dapat ku gapai
sebelum kau lesap
dibawa senja yang tiba

satu persatu saat menghilang
sepanjang hari ini
tidak terasa padaku
semata-mata rindu semalam....

tika itu
kau terbit bersama fajar
menarik indera alam
terheretlah aku bersama
biar rebah dalam berlari
akan tetap ku teruskan

nantilah aku di sana
pasti di sana
hidupku siang di sepanjang hidup ini
mungkin jua
ia kan malam selamanya

(1996)

Tidur

Khamis, 12 Mei 2011

bersama diam
aku sedut aroma sayu
debur laut yang sayup-sayup
....hanya membatu
dari kejauhan ini....

tanpa kata-kata
tanpa ungkapan
melirik langit hitam
menarik nafas berat....
....aku dan sebuah pengertian....
lalu alam dingin lagi
sepi....

sekadar bisu
memeluk udara malam
pilu yang menusuk halus....
....bila aku masih tahu
ombak itu....
masih lagi terus beralun

sepikan sahaja
biar terus sepi
huraian yang pasti patah
menawan kenyataan
maka tidurlah cintaku
tidur lena....
di dasar hati yang paling dalam
yang aku kunci
dengan kebekuan....

(12/05/11 11:52 pm)

nota : gambar bukan milik penulis

Etc etc etc

Sabtu, 22 Januari 2011

sepertinya melarik awan
mengirai udara
tertinggal hanya sia
bertunjang angin gila
mimpi yang menyapa khayal
....sekadar aku diam
membisu membunuh alam
dengan kamus koyak
tasbih yang bertaburan
dan lantai berjongkang-jongkit
derap bergolak

(22/01/11 1:32 pm)

,

Isnin, 17 Januari 2011

andainya malam ini....
tiada suaramu
tiada namamu
maka aku terkedu
mengubur malam

aku menunggu....
dengan setiap kenangan hidup
dengan setiap alunan laut
menyeru namamu
memejam mata....
mendamba damai....

andai malam ini
dirimu di mana
aku menyusur bayu
menjejak langkahmu
....derap kenangan
menurut kebenaran

dalam penantian....
menunggu dan menunggu
dan pedihnya saat itu
bila ombak tidak beralun....
dan laut inipun terkubur....


(01/09/2001)




nota : gambar bukan milik penulis

fakta

Untuk tidak mencintaimu
Adalah kerja yang sia-sia

(17/01/11 8:46pm)

Soalan

Ahad, 16 Januari 2011

berbaloikah segala luka yang menjerut
demi sedetik bahagia
bersamamu...?

........................

....lantaran aku masih di sini
sehingga saat ini....
mungkin ianya memadai
atau sebenarnya
mungkin aku hanyalah seorang pencinta
yang bodoh

(16/01/11 3:06 am)

pulang

Ahad, 19 Disember 2010

....sayup-sayup....
aku dengar deru ombak
aman dan tenang
lalu aku melangkah
menurut irama laut
dan perlahan-lahan
bayu itu....
kembali membelai tubuh

aku pejamkan mata
menghirup nafas
sedalam-dalamnya....
ah....
suasana ini
....udara yang nyaman ini
lalu aku bukakan mata
dan menyaksikan kembali
pantai yang dulu

pasir ini
laut ini
langit yang indah....
aku tenggelam....
....rasa yang amat sempurna....
lalu segera aku toleh ke sisi
dan di situ kau tersenyum
menyentuh jiwa

aku hanya membisu
memori yang memenuhi dada
sebak dan syahdu
malam yang terus beralun
damai begini
aku di sini
di tempat ini
bilamana segala-galanya menjadi tepat
aku peluk erat jiwamu
aku telah pulang!

dan kekasih
betapa aku sekali lagi mengerti
pulang itu....
....adalah rasa....
di dalam hati
di mana kau berada

*pejamkan mataku
mencari kebenaran
di balik tengkujuh itu
dengan getir, dengan ganas
akhirnya....
laut kembali pada asal
tidak luak....
tidak berubah!
Sebab itu....kau tetap di hatiku*
(19/12/10 2:04 pm)

Seribu Tahun

Sabtu, 18 Disember 2010


malam ini

mengulangi sejarah....
seribu tahun....
....yang tak pernah mati....

di saat sunyi
yang memanggil rindu
aku hitung memori
di langit malam
menggenggam ingatan....
....di dasar hati

seluhur....
bila bayu berbisik
di hujung sana
hanya suara
yang aku mengerti
dan sekadar ini
....sederhana
untuk seribu tahun itu
yang abadi....

(18/12/10 2:42 am)

nota : gambar bukan milik penulis

akad (dalam pengembaraan masa)

Rabu, 8 Disember 2010

darah ini namamu
wajah cintaku
dan mengalir di seluruh tubuh ini
membawa denyut rindu

ku dakapi nafasmu
bersatu dalam jantungku
berdegup di sepanjang hidup
tulus
dan beralun teguh (02/09/01 10:22 pm)

hati ini cintamu
lakaran jiwa
aku genggami kejap
meresap ke dalam diri
bersebati di nadi
....mengukir hidup....

pada laluan ini
aku dirikan naluri
berpegang pada janji yang satu
di atas segala isi dunia
dan selaut air mata
mematri namamu
hingga aku lesu
longlai pada garis masa
dan aku terus menggenggam
selagi nyawa masih mencengkam (08/12/10 1:34 am)

di pusara
aku abadi
membawa segala-galanya
selama-lamanya
demi untukmu
keranamu
dan darah ini
seluruh kenanganmu
akan aku hidupkan
sehingga mati! (14/05/2005)

Jenis Sampah