Memaparkan catatan dengan label Langit. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label Langit. Papar semua catatan

Bangun Tidur

Ahad, 2 Oktober 2011

tanpa senyuman
aku ukirkan senyum ini
menterjermah bicara langit
hikmah dalam abstrak yang sulit
tingkat di satu lagi
dalam sebuah hidup

biar angin berhembus
menyebarkan sedar
tari alam yang bergemalaikan pasti
tanah berkandung hakikat
rahsia nan satu di belakang mimpi
memecahkan cermin
khayalan yang bertopengkan realiti
memesong rasa jiwa
sesat dan hilang

begini
di sini
kesia-siaan
bangun yang masih dalam mimpi
aku hanya mahu jaga
menelan derita
lalu sekali lagi aku ukirkan senyuman ini
tanpa senyum yang terukir

(02/10/11 2:40 pm)



Stesen Terakhir

Isnin, 22 Ogos 2011

perjalanan yang bersambung-sambung
dari titik-titik luka
aku susuri
mengutip cerita
menjadi babak hidup
bernama pengalaman
tentang hentian-hentian sementara
melengkapi sinopsis
menujui....




....tempat sampai abadi....

(22/08/11 10:26pm)


nota : gambar bukan milik penulis

kaw tim

Rabu, 26 Januari 2011

kita bernafas
mencagar masa
memajak hidup
berunding dengan ajal
mematri janji
memejamkan mata
dan tangan yang menadah
menyambut hujan
menyiram takdir
lalu tanah merekah
menunjangkan pohon
merimbun duniawi
berpakat lupa
jalan ke barzakh

(26/01/11 7:04 pm)

Etc etc etc

Sabtu, 22 Januari 2011

sepertinya melarik awan
mengirai udara
tertinggal hanya sia
bertunjang angin gila
mimpi yang menyapa khayal
....sekadar aku diam
membisu membunuh alam
dengan kamus koyak
tasbih yang bertaburan
dan lantai berjongkang-jongkit
derap bergolak

(22/01/11 1:32 pm)

Ila hilas tulil firdausi ahla

Sabtu, 17 Julai 2010

aku yang sering lupa
aku yang sering alpa
aku yang sering sasar
aku yang sering nanar
aku yang sering gelincir
aku yang sering onar
aku yang sering salah
aku yang sering sesat
aku yang sering songsang
aku yang sering tumpas
aku yang sering tumbang
aku yang sering jahanam
aku yang sering berdosa

Engkau....

yang sering mengampuni

-Subhanallah-

(17/07/10 12:24 am)

celaka aku

Jumaat, 16 Julai 2010

Tuhan sedang beri pelindungan
tapi aku sedang degil melawan

(16/07/10 11:48 pm)

aku tanyakan langit:-tentang diri dan tetap:-rujukkan laut:-tentang nekad dan kekal:-dan mereka tanyakan kembali:-tentang aku dan iman

(16/07/10 11:14 pm)

beginilah begitu

acap menacap pulang
pada jalan tak bertunjang
mabuk lampau
mabuk igau

ulang menampi
tapis menapis
yang hampas itu
yang bernas itu
mengulang ulang
ulang berulang

dan pi dan mai
dan mai dan pi
hambat bulatan
hujang turun,
balik tidur

(16/07/10 11:02pm)

*11:02 malam? sesaat tadi, 9 malam

pendosa

Jumaat, 22 Januari 2010

Aku tak mengerti
detik yang berlalu menjadi sia-sia
memadamkan kesempatan
sikit demi sedikit
berlari menuju ajal
mengusung noda dosa

Aku tak mengerti
dalam kesedaran membilang alpa
dalam keinsafan menyusun lagha
dalam kelekaan terus hanya begini
kaku beku batu bodoh
menggali kubur hidup
lalu tega mengebumikan diri sendiri
....bahu yang rebeh ke kiri

(22/01/10 6:32 am)

panggilan

kau yang semakin jarang ku sua
aku dakapi pagi ini....
dalam kasih
dalam gerun
bisikan yang mendayu
seruan yang meruntun
ah....
kenapa ya?
sedangku tahu sucinya cahaya
dan kotornya debu....

(22/01/10 6:16 am)


Tuhan, aku mencuba

Isnin, 11 Januari 2010

aku pejamkan mata
sekian kali
berbicara dengan rindu
berbicara dengan pilu
mencengkam jemari ini
lantas menitis merah
hatiku yang bertangis darah

pada kelam
aku berteriak
jiwa yang kecamuk berontak
sadisku
pedihku
tenggelam dalam lautan soalan
berperang dengan mahkamah hidup
kenapa?
mengapa?
dan mimpiku yang terbunuh
tersadai....

sakitnya....
kala asaku rebah
dayaku terkulai
mendongak langit yang hitam
mataku menjadi buta
padam dalam kegelapan

di pinggir takdir
doa yang menjadi pusara
airmataku yang menjadi tasik
lalu menenggelamkan aku
lemas ke dasar harapan
merubah segalanya menjadi musuh
menjerut
merentap jantungku
........
........

aku pejamkan mata
menghela kekalahan
menelan takdir yang berbisa
aku genggam jantung di tangan
....masih lagi ada degupan
lalu aku sedar
jalan yang terakhir ini
hanyalah redha
........................
........

*tuhan, aku mencuba....

(11/01/10 1:38 am)

Aku Dan Cuaca

Rabu, 25 November 2009

Aku tahu
perang ini menentang mendung
menampal sarat awan
menahan gugurnya hujan
sedangkan yang ada hanya telapak tangan
bersama jampi serapah

Aku maklum
mana bisa lautan menjadi kering
mana bisa kemarau adalah banjir
namun aku berjuang
mencantumkan utara dan selatan
hingga akhirnya semua menjadi timur
dan barat padam terkubur

Perang ini mengejar kemustahilan
mencabar misteri takdir
berjudi dengan hukum hidup
bersaing nasib
mana tahu....
kalau hujan tak turun
dan gelap itu
sebenarnya penutup tengkujuh

(25/11/09 10:02 am)



Talian Hayat

Khamis, 12 November 2009

Dalam gempita dunia
menjahit segaris senyum
lalu menghias langit kelabu
menongkat runtuh guruh
menyusun jari jemari calar
meminta izin mimpi
mewarna kusam hari


(12/11/09 11:38 pm)

Racau

Selasa, 1 September 2009




Wahai langit
Pinjamkan aku sebutir bintang
Kerana aku tidak dapat lagi melihat jalan
.
.
.
.
Aku dikhianati benar
Dan bila benar itu sendiri mengkhianatiku
........................
.
.
.
.
Pinjamkan aku bisumu
Kerana, hanya itu yang terbaik....

(01/09/09 4:18 am)


Jenis Sampah