Kucupan maut
Ahad, 10 Mac 2013
Dibuang ke sini oleh pembuang sampah pada 3/10/2013 04:08:00 PG 0 Tindak Balas
Jenis Sampah: Fantasi
-
Selasa, 13 November 2012
Dibuang ke sini oleh pembuang sampah pada 11/13/2012 07:12:00 PTG 0 Tindak Balas
Jenis Sampah: Fantasi
Kamu
Khamis, 25 Oktober 2012
Dibuang ke sini oleh pembuang sampah pada 10/25/2012 01:39:00 PG 0 Tindak Balas
Jenis Sampah: Fantasi
Orang Asing
Isnin, 16 Julai 2012
Dibuang ke sini oleh pembuang sampah pada 7/16/2012 10:48:00 PTG 0 Tindak Balas
Bidadariku
Selasa, 15 November 2011
dia kepunyaanku
.
.
.
.
berlumur darah
suram dan bungkam
dalam gelap itu
bidadari bersayap suci
dia milik aku
koyak dan luka
gelap dan murung
dia nigina
patah dan lara
pari-pariku
naif, suci
dia pari-pariku
-mati-
(15/11/11 11:36 pm)
nota : gambar bukan milik penulis
Dibuang ke sini oleh pembuang sampah pada 11/15/2011 11:36:00 PTG 0 Tindak Balas
Jenis Sampah: Fantasi
merah
Selasa, 11 Oktober 2011
Dibuang ke sini oleh pembuang sampah pada 10/11/2011 10:24:00 PTG 5 Tindak Balas
Jenis Sampah: Fantasi
Damba
Isnin, 10 Oktober 2011
Dibuang ke sini oleh pembuang sampah pada 10/10/2011 02:02:00 PG 2 Tindak Balas
Dalam Transit KIta
Jumaat, 12 Ogos 2011
.
.
.
.
nota : gambar bukan milik penulis
Dibuang ke sini oleh pembuang sampah pada 8/12/2011 11:16:00 PTG 2 Tindak Balas
Sketsa Tasik Ungu
Selasa, 21 Jun 2011
nota : gambar bukan milik penulis
Dibuang ke sini oleh pembuang sampah pada 6/21/2011 12:20:00 PG 2 Tindak Balas
Jenis Sampah: Fantasi
Berontak
Rabu, 20 April 2011
adalah untuk kau datang pada aku
pandang wajah aku
sentuh jiwa aku
berenang dalam mata aku
teroka naluri aku
dan khayal bersama aku
terlalu sukarkah?
(20/04/11 10:04 pm)
Dibuang ke sini oleh pembuang sampah pada 4/20/2011 10:04:00 PTG 5 Tindak Balas
Pengembara
Khamis, 14 April 2011
Dibuang ke sini oleh pembuang sampah pada 4/14/2011 12:42:00 PG 0 Tindak Balas
bersetubuh dengan fantasi
Rabu, 2 Mac 2011
aku menyeru kau datang
datanglah merentas malam
ke mari, ke dalam fantasi ini
dengarkah kau rayuan yang berlegar?
pada angin....
pada bayu....
di situ aku berbisik
bisikkan namamu
dari lukaku
dari sepiku
pertaruhan malam
lena yang dibunuh kedinginan
datanglah Bayang Kelam
membelah sempadan itu
kerana aku gersang
menanti di ranjang resah
pejamkan mata
aku mengirim rindu
sama melihat jiwa
jiwamu dan jiwaku
biar luruh pintu
ruang kita menjadi satu
tolong pandangi aku
aku yang menelanjangkan dahaga
serapkan tenatku ke dalam ronggamu
dapatkah kau rasa?
kerana dari luka-luka itu
aku sedang mendamba
terkulai di kosong ini
jamahilah sunyi
lihat aku menangis....
air mataku di dalam jiwamu
bukankah kau mengerti?
menebus ghairah di malam yang pedih
jarak itu biar jadi lebur
hanya hanyut tenggelam
tiada bantahan
kau rebahlah di kamar ini
lalu relakan ia setulus-tulusnya
itu yang aku pinta
saat malam kita terus bernista
bolehkah...?
tenangkan aku dengan pelukmu
hangatkan aku dengan hangatmu
bolehkah...?
dengan bibirmu menyelimuti bibirku
tubuhmu menyelimuti tubuhku
kau sedutlah luka ini keluar
bawa ia jauh....
jauh dari membunuh aku
tolong longlai di dakapku
tolong asyik di belaiku
tolong tenang di cumbuanku
tolong nikmat di tenatku
tolong setubuhi jiwaku....
hingga kosongku jadi penuh
Bayang Kelam....
aku menyeru kau datang
datanglah merentas malam
ke mari, ke dalam fantasi ini....
Dibuang ke sini oleh pembuang sampah pada 3/02/2011 10:22:00 PTG 0 Tindak Balas
Jenis Sampah: Fantasi, Kitar Semula
asmara kematian....berahi yang berdarah
aku hadir
menarik guruh di langit
memanggil halilintar
bumi basah bertangis hujan
aku datang dari udara
dalam pelukan kurung hitam
mengirai rambut yang mengurai
syahdu menyelubung tubuh
di balik tabir kepiluan seribu
bisikkan namaku itu
bersaksi rantaian petir
dan cahaya lilin yang menari
seru aku
dan aku menjelma
meniti bayu
sambut kehadiran ini
mentera yang kau ratap
kepulanganku menyusur malam
sesudah seribu tahun
menjejak banglo usang
kau
yang membuka pusara lara
kau
yang memanggilku
dari persemadian
dan kini aku di sini
melayang menghampirimu
datang padaku, kekasih
melunas rindu ini
jalarkan jari-jemari itu
rasakan kedinginan di diriku
dan kedingian ini akan menusuk ke liangmu
menyebar hangat dambaanku
aku yang dahaga
menuntut jiwa
datang padaku, kekasih!
nafas yang berhembus di lehermu
dan berlari ke dada
berlari ke wajah
mengembaralah di tubuhku
dan bibir ini gemersik
merintih berahi
seru namaku, kekasih!
persembahkan untukku!
telanjangkan jiwamu
bongkar fantasi hitammu
persembahkan ia untukku
irama keras
biar malam terbelah
kencang!
di bawah purnama
benam cakarku
tertanam di kulitmu
mengalir darah
hangat dan merah
keindahan semulajadi
yang membasahi lidahku
lunaskan dahagaku, kekasih!
kucupan berdarah
gemalai bibir
menanam taring
meminum kemanisan yang merah
pejam matamu sayang
nikmati keasyikan ini
mengembaralah di tubuhku, kekasih
pergi ke bawah sana
hirup cintaku
tubuh yang melayang
membuka laluan
hirup sepuasnya
biar detik ini menjadi khayal
mengeranglah, kekasih!
jeritkan serakah itu
bersama darah dan luka
aku yang mencakar dan merobek kulitmu
panas dan dingin
menghidupkan kebencian di dalammu
menyemarakkan api amarahmu
puja aku!
maki aku!
cintakan aku....
dengan penuh kebencian
dan petir menyambar
aku turun ke bawah
untuk meluah kasih
buktikan cintamu, kekasih
apa yang ku mahu....
bila bibir ini menyapa kekejanganmu
sekali lagi taring terbenam
....aku mahukan jiwa....
mengoyak dan meratah
menghisap rakus
dan malam bermandi darah....
saat tubuh dinginku kembali hangat
tubuhmu beku
terkujur kaku
bangunlah, sayang
bangkit dari kematianmu
aku tersenyum menanti
malam ini kita bersatu
abadi selamanya....
Dibuang ke sini oleh pembuang sampah pada 3/02/2011 10:04:00 PTG 0 Tindak Balas
Jenis Sampah: Fantasi, Kitar Semula
Gelora
meresapi liang-liang naluri
lantas menggoncang ketenangan
mengkecamukkan hasrat
semakin jauh dan jauh
hanyut dalam gelora
mengkucar-kacirkan degup jantung
menterbalik denyut nadi
terus keresahan
gelisah di puncak dunia
semakin hangat lagi
hingga menjadi merah
jiwa yang kian hangat terbakar
kian hilang kawalan
kian terdesak
mendesah kemahuan
menyentuh tubuh fantasi
membahang darah ini
diransang khayalan biru
ranjang yang memanggil jiwa
mahu tersungkur
membawa ilusi
rebah di kamar kayangan
membenamkan nurani
dalam alam mimpi
menyatukan nafas
kencang memburu dakapan
dan amuk sanubari ini
kian tak karuan
kian tak tertahan
meronta menggegarkan damai
rahsia itu
di sudut yang peribadi
dahaga yang menggila
mengisi daerah batin
ruang yang paling sulit
(10/08/06 3:14 am)
Dibuang ke sini oleh pembuang sampah pada 3/02/2011 09:24:00 PTG 0 Tindak Balas
Jenis Sampah: Fantasi, Kitar Semula
Tari Si Ballerrina
Ahad, 13 Februari 2011
nada pilu berkumandang
dan hujan menyendukan nada
berdentum guruh
sendu menyelubungi alam
memeluk sebuah pentas yang sunyi
berlatarkan irama sayu
meruntun ke dalam kalbu
bagai ratapan
suara pilu menusuk
dari tirai hitam
ke lantai tari berkaca
menjelma persis hembusan angin
melangkah bagai bayu di awan
gerak nan memukau
menyarung sepatu tari di kaki
dan perlahan-lahan menari
senyuman di sebalik mendung kelabu
dia melenggok tubuh
mengalunkan rentak
laksana dewi di pentas
dan perlahan-lahan bunyi kaca berderap
menjadi iringan muzik
dia tersenyum
entah apa erti
hujan merintik
penyeri persembahan
tari si ballerina
berjinjang kaki menakluki pentas
dengan hujan yang mengalir
bertukar merah
dia tersenyum lagi
entah apa erti
si ballerina berputar
menari di atas kaca-kaca berderai
setiap gerak yang semakin bertukar merah
dalam senyuman
sepatu bertitis darah
tangannya menjulang
mendongak langit hitam
hanya irama sayu
di dunia yang kelam
irama terus beralun
bagai tiada henti
persembahan yang berterusan
sebuah tari si ballerina
menari di atas kaca-kaca berderai
menghiburkan siapa
di rimba suram bagai pusara
kematian tertulis di udara
dan pentas berubah merah
airmata tumpah
namun si ballerina terus menari
tarian berdarah
(13/02/11 4:14pm)
Dibuang ke sini oleh pembuang sampah pada 2/13/2011 04:14:00 PTG 2 Tindak Balas
Jenis Sampah: Fantasi
hikayat taman larangan~the broken nigina
Sabtu, 7 Ogos 2010
dari pustaka istana terbenam
di detik ini di seribu tahun lalu....
masih ingatkah aku?
aku yang di bawah mentari indah
menari di dalam baju putih
membelai awan
dan mimpi berlegar di udara
berlakar warna-warni suci....
bergema kembali mentera
setelah sekian lama....
membawa taman ini kembali bernyawa
taman larangan....
tamanku....
kicau burung gemersik
memekar bunga yang mati
dan ketika ini menjadi ketika itu....
seribu tahun lalu....
masih ingatkah aku?
di kala rumput ini menghijau
aroma alam yang rahsia milikku
terpejam mata menjadi khayal
rasa itu di langit yang damai
bagai berenang dalam keasyikan
terlena dalam jaga
menulis impian
berarak di mega....
terlihatkah kau pada aku?
senyum ini hanya untukmu
menghulur tangan membuka genggaman
ditiup bayu yang permai
berterbangan kilau jernih
hingga ruang menjadi kerlipan
kelip-kelip memukau di kala siang
cerita indahku
dalam putih busana....
berlari mengejar rama-rama
rendang redup pepohon
menunggumu di dalam taman
sambil mengarang hikayat
mengukir kisah di buku masa
aku menunggumu....
menunggumu....
mengait daun-daun yang jatuh
di bawah jendela istana
menjadi selimut hangat
memeluk jiwamu
agar terhapus dinginmu
aku menunggumu....
menunggumu....
hingga bulan menjelma
menghilangkan siangku
memaut erat janji
menunggumu....
di tamanku yang indah
aku dan istana
bisikan syurga
dan aku menunggumu
menunggu kau hadir menemaniku
aku menunggumu....
menunggumu....
embun menangis....
kala fajar perlahan-lahan mengintai bumi
detik menghambat hari
berganti masa
dan aku menunggumu
menunggu kau hadir menemaniku
memaut erat janji
menunggumu....
di tamanku yang indah
masih ingatkah aku?
ketika janji dikhianati
aku yang membeku di bawah jendela istana
....hujan berganti salju....
kemarau berganti luruh....
angin debu....
dan aku menunggumu
masih menunggumu
hingga pudar putih bajuku....
....menjadi hitam....
masih ingatkah aku?
ketika istanaku diceroboh kejam
ketika tamanku dimusnahkan
rayuku menentang seteru
tumpas ditikam mata pedang
berlumuran darah
dan merangkak ke bawah jendela istana
menunggumu
ketika janji dikhianati
aku menunggumu....sehingga mati....
........................
bila buku usang kembali terbuka....
hikayat ini akan terus berulang....
di taman di mana jasadku bersemadi
di detik ini di seribu tahun lalu
ia abadi....
(22/11/08 2:24 am)
Dibuang ke sini oleh pembuang sampah pada 8/07/2010 01:48:00 PG 5 Tindak Balas
Jenis Sampah: Fantasi, Kitar Semula
Jenis Sampah
- Aku (137)
- Dia (57)
- Fantasi (21)
- Kamu (45)
- Kitar Semula (45)
- Langit (14)
- Masyarakat (17)
- Mereka (13)






